5 Unsur Penting dalam Cerita Narrative Bahasa Inggris

Memahami unsur-unsur yang ada dalam sebuah cerita bahasa Inggris itu gampang. Ketika kita berbica tentang narrative text, kita pasti berbicara tentang sebuah cerita. Cerita dalam teks berbentuk narative bisa berupa fable, legend, folktile, mith dan lainya. Sebuah cerita biasanya mempunyai 5 element utama yaitu character, plot, conflict dan resolution. Kelima unsur ini yang menentukan jalan cerita dalm sebuah teks narative

Unsur Cerita 1: Character ( Tokoh Cerita)
Character adalah tokoh yang terlibat dalam cerita tersebut. Seorang penulis cerita harus memperkenalkan tokoh yang yang telibat didalm cerita itu dengan ulasan yang cukup, dimana setiap pembaca bisa menangkap siapa dan bagaimana si tokoh ceritanya. Visualisasi tokoh dalam cerita tersebut hanya bisa ditangkap oleh pembaca dengan cara menggambarkan ciri-ciri fisik mualitas mental si pelaku cerita. Tokoh utama dalam sebuah cerita atau sekenario biasanya yang menentukan alur keseluruhan lakon cerita tersebut. Meski demikian peran toko cerita yang lain ( character yang tidak dianggap utama) tidak bisa disepelahkan, karena meraka berfungsi menambakan penjelasan dan lakon lebih detil dalam cerita itu. Semua character dalm cerita itu haruslah tetap konsisten terhadap penokohannya agar pembaca memahami dan percaya terhadap lakon dan aksinya

Unsur Cerita 2: Setting (Penetapan situasi cerita)
Setting adalah tempat dari aksi pelaku cerita. Penulis cerita harus menggambarkan lingkungan dimana cerita itu tejadi dengan detil sehingga pembaca bisa merasakan suasana cerita itu. Penentuan setting cerita dengan lingkungan yang tidak wajar, contoh dunia fantasi, dunia antabrata, dunia hayalan biasanya dianggap sangat menarik akan tetapi mengambil stting dunia keseharian juga tidak kala menariknya karena pembaca  akan lebih memahami dan lebih terdorong untuk masuk kedalam  alur cerita. penentuan setting tempat dan mungkin juga setting waktu ini mempengaruhi penggambaran terhadap pelaku cerita. Ketika penulis membuat setting tempat kuno dan tejadi dijaman dahulu, tentu character juga menyesuakan dengan pola prilaku di jamanya.

Unsur Cerita 3: Plot (Alur cerita)
Plot adalah lakon sebenarnya dalam keseluruhan cerita. Sebuah plot cerita yang baik diyakini harus mempunyai awalan (beginning), lakon di tengan cerita (middle), dan akhiran ( end) yang jelas. Dengan dibumbuhi suspense (kejutan) disana sini, pembaca akan semakin tertarik untuk menuntaskan membaca dan mengetahui keseleuruahn cerita tersebut.
Berdasarakan plot (alur cerita) inilah kita mengenal generic structure pada penulisan jenis teks.

Unsur Cerita 4: Conflict (timbulnya permasalahan)
Setiap cerita harusnya mempunyai sebuah conflict (permasalahan) untuk dipecahkan. Alur cerita akan mengacu pada unsur Conflict ini dimana para pelku peristiwa dalm cerita berusaha memecahkan permasalahan tersebut. Puncak dari conflict ini adalah apa yang kita kenal dengan istilah “climax” dimana menjadi bagian yang paling menari, menegangkan, menyentuh, sekaligus kadang menjegkelkan sebelum menuju ke sebuah penyelesaian.
Dalam berbagai contoh narrative text, conflict ini menjadi inti jenis teks cerita ini. Tanpa adanya conflik, masalah, pertentangan, teks tersebut tidak layak dikelompokkan sebagai jenis narative.

Unsur Cerita 5: Resolution (pemecahan masalah)
Resolution adalah cara bagaimana para pelaku cerita mengarkhir dan menemukan solusi atau pemecahan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam cerita narratice, resolution tidak la harus bermakna berhasil memecahkan masalah tapi juga bisa gagal dalam menghadapinya. Titik beratnya pada bagaimana cerita itu diakhiri oleh si penulis yang dilakoni oleh para pelaku cerita. Dari sini kita mengenal happy ending dan sad ending dari sebuah cerita narrative

Itulah pembahasan 5 unsur (element) dalam cerita narrative text. Semoga artikel ini bisa membantu memahami apa dan bagaimana sebuah cerita narrative text itu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *