2 Contoh Narrative Text Myth Beserta Generic Structure dan Arti

Basically an example of narrative text is easily identified through the structure of paragraph’s arrangement. Based on the generic structure, all stories exploring a conflict among the participants, can be classified as a narrative story. It can be a figurative, subjective, even imaginative image.

Narrative text myth (mitos) and legend (legenda) is best sample of a story plot. Bentuk teks cerita rakyat ini bisa dimasukkan sebagai salah satu contoh narrative text karena struktur penulisan cerita tersebut memenuhi unsur ORIENTATION, COMPLICATION, dan RESOLUTION. Unsur tersebut kita kenal sebagai Generic Structure.

Sebelum kita melihat contoh teks narrative myth berikut, alangkah baiknya kita membahas sedikit tentang perbedaan myth dan legend. Sepintas 2 model cerita rakyat ini hampir dan banyak yang menganggapnya sama. Namun secara teori 2 cerita rakyat tersebut mempunyai perbedaan yang perlu diketahui.

Perbedaan antara myth dan legend adalah sebagai berikut:
Mitos adalah cerita yang beredar di masyarakat yang dalam penulisan inggrisnya “myth” biasanya berkenaan tentang hal hal yang berhubungan dengan gaib dan sering tampak tidak masuk akal contohnya mitologi padi bagi masyarakat indonesia khususnya Jawa.
Legenda adalah cerita yang beredar luas di masyarakat yang berhubugnan dengan asal usul terjadinya suatu tempat, seperti legeda danau toba, legenda kota surabaya.
Untuk kali ini kita akan lihat contoh narrative dalam bentuk cerita mitos

1. The Myth of Dewi Sri

example of narrative text about myth Dewi Sri
Story of Dewi Sri as Example of narrative text

Once upon a time, Batara Guru commanded all the gods and goddesses to contribute their power in order to build a new palace. Anybody who disobeyed this commandment were considered lazy and would lose their arms and legs.
Hearing the Batara Guru’s commandment, Naga god was very anxious because he didn’t have arms or legs. He might not be able do the job. So he asked advice from Batara Narada who was the younger brother of Batara Guru. Unfortunately Narada was also confused. The Naga god became very upset.
While the Naga god was crying for his bad luck, three teardrops fell on the ground. Not long after that, those teardrops became three beautiful shining eggs which looked like jewels. Then Batara Narada advised him to offer those shining eggs to Batara Guru.
With the three eggs in his mouth, the Naga god went to the Batara Guru’s palace. On the way, an eagle asked him a question. Surely Naga god could not answer the question because he was holding the eggs in his mouth. Seeing that, the bird thought that Naga god was arrogant and the bird attacked him.
Being attacked, one egg fell to earth. Then Naga god was hiding in the bushes but the bird was waiting for him. The bird attacked for the second time and one egg fell again. So Naga god only had one egg in his mouth. He kept moving to Batara Guru’s palace.
Finally Naga god arrived at the palace. He offered the egg to the Batara Guru. And miraculously the egg hatched became a very beautiful baby girl. Naga god gave the baby girl to the Batara Guru. The baby grew up into a beautiful girl and later known for Dewi Sri.

Source: Teks cerita Dewi Sri bahasa Inggris diatas disederhanakan dan ditulisulang dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Dewi_Sri

Narrative text myth tentang Dewi Sri diatas bisa diterjemahkan sebagai berikut. Terjemahan cerita rakyat bahasa Inggris ini dimaksudkan untuk lebih memhami isi cerita sehingga kita bisa menganalisa generic structur nya dengan lebih mudah. Kenapa kita pelu mengetahui susunan schematic cerita diatas? Tidak lain adalah agar kita bisa mengidentifikasi genres atau jenis teks cerita tersebut. Berikut adalah terjemahan bahasa Indonesianya.

Mitos Dewi Sri

Rice for Dewi Sri myth narrative
Mitos Dewi Sri berhubungan dengan kesuburan tanaman padi

Suatu waktu , Batara Guru memerintahkan semua dewa dan dewi untuk membantunya dalam rangka membangun sebuah istana baru . Siapapun yang tidak mematuhi perintah ini dianggap malas dan akan kehilangan lengan dan kakinya.
Mendengar perintah Batara Guru tersebut, dewa Naga sangat cemas karena ia tidak memiliki lengan atau kaki . Dia mungkin tidak dapat melakukan pekerjaan itu. Maka dia meminta saran dari Batara Narada yang merupakan adik dari Batara Guru . Sayangnya Batara Narada juga merasa bingung . Dewa Naga pun menjadi sangat sedih .
ketika dewa Naga menangis meratapi nasib buruknya , tiga air mata jatuh ke tanah . Tidak lama setelah itu , air mata itu berubah menjadi tiga telur yang bersinar indah yang tampak seperti permata . Lalu Batara Narada menyarankan dia untuk menawarkan telur-telur itu kepada Batara Guru .
Dengan tiga telur dalam mulutnya, dewa Naga pergi ke istana Batara Guru . Dalam perjalanan, seekor elang bertanya kepadanya. Tentunya Naga Dewa tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena dia membawa telur dalam mulutnya . Melihat hal itu, burung itu berpikir bahwa Naga dewa adalah dewa yang sombong. Burung itu lalu menyerangnya .
Karena diserang oleh elang itu, satu telur terjatuh ke bumi . Kemudian Naga dewa bersembunyi di semak-semak tapi burung tetap menunggunya. Burung itu menyerang untuk kedua kalinya dan satu telur lagi terjatuh. Sehingga dewa Naga hanya memiliki satu telur dalam mulutnya . Dia terus bergerak menuju istana Batara Guru .
Akhirnya dewa Naga tiba di istana . Dia menawarkan teluritu ke Batara Guru . Dan ajaibnya telur itu menetas dan menjadi bayi perempuan yang sangat cantik . Dewa Naga memberikan bayi perempuan itu kepada Batara Guru. Bayi itu tumbuh menjadi gadis yang cantik dan kemudian dikenal sebagai Dewi Sri.

Analisa Generic Structure Narrative Text Myth Dewi Sri
Bagaimana? Sudah pahamkan isi dari cerita Dewi Sri diatas? Selanjutnya, Hal penting yang perlu kita bicarakan adalah Generic structure ceritanya. Ini untuk memastikan apa benar cerita Dewi Sri diatas bisa dianggap sebagai salah satu contoh narrative text atau bukan. Berikut adalah pola generic strcturenya:

1. Orientation: There were participants in that story. They Naga god, Batara Guru, Batara Narada and an eagle. They were on once time.
2. Complication: Naga god faced a problem relating to Batara Guru commandement. Then he was in conflict with an eagle on the way to palace.
3. Resolution: Naga god ended the story successfully by offering Batara Guru an egg which turned into a beautiful girl.

Masih seputar cerita nariative mitos, berikut adalah cerita rakyat lokal yang bisa dimasukkan sebagai teks naratif bahasa Inggris

2. Myth Story of Aji Saka and Dewata Cengkar
Many, many years ago, the kingdom of Medangkamulan was ruled by a king named Dewata-chengkar. This king had a strange and frightening habit. He liked to eat human  beings.
One day, a young traveler arrived in the kingdom.He was called Ajisaka. Ajisaka took shelter in the house of a widow who quickly came to look upon the young man as her own son. When he heard of the king’s strange appetite, Ajisaka sympathized with the villagers’ plight and immediately volunteered to become the king’s next meal.
Ajisaka went directly to the king’s palace.“I am willing to be your next meal. Your Highnees. However, I have a request.“ said Aji Saka to the king. “Whatever you please, young man, I will grant your request,“ the king replied. “Before you eat me, grant me some land. Just enough length of my own headcloth.“ continued Aji Saka. “Come, Young Man. Let’s measure your headcloth so that I can have my meal and you can have your land“ agreed the king.
Ajisaka began to unwrap the cloth tied around his head. The king got down from his throne and hold one end of the headcloth. He stepped backward. What he didn’t know was that this headcloth was much longer. The king kept going backward, step by step, as the cloth kept unraveling. He stepped backward through the palace square, backward across the village, holding the end of Ajisaka’s headcloth. The king kept stepping backward until reached the sea cliftts of the sea.
A great crowd of people had gathered. They held their breath as their king took his final step backward over the cliff’s edge and plunged into the waves crashing againts the rocks at the foot of the sea wall.

Source: The story is simplified from: Achmad Doddy, Developing English Competencies 3, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Analisa Generic Structure Teks Naratif Cerita Aji Saka dalam Bahasa Inggris
Kenapa teks cerita Aji Saka diatas bisa digolongkan sebagai contoh narrative text? Jawaban terbaik adalah merujuk kembali kepada generic structurenya. Tidak lain karena cerita diatas memiliki susunan generic structure pada orientation, complication dan resolution yang bisa kita amati sebagai berikut:

Generic Structure Contents
Orientation The story introduces the participants. Those are main charracters, Aji Saka and the king Dewata Cengkar. They lived in once time
Complication The problem began when the king wanted to eat his people. That king’s strange habit made Aji Saka face a major complication, how to solve the problem. Aji Saka tried to stop the king frighting habit.
Resolution The story has a happy ending as Aji Saka Successfully beats the king. The king fell into the sea.

Language Feature Narrative Text in English
Apa yang dimaksud dengan language feature? secara sederhana language featura adalah ciri kebahasaan yang biasanya digunakan para penulis cerita naratif. Aturan ini tidak bersifat saklek. Language featura hanya bersifat “umumnya” karena tdak mesti bisa ditemui pada semua contoh narrative text bahasa Inggris

Narrative text kebanyakan ditulis dengan gaya menggunkan past tenses karena memang berkenaan dengan sebuah peristiwa yang telah terjadi (seandainya bukan cerita rekaan). Disamping itu, layaknya banyak cerita, teks narrative juga memanfaatkan contruksi direct sentences (kalimat langsung) dalam dialog antar tokoh cerita. language feature lainnya bisa dicari sendiri dalam cerita diatas .

Menarik bukan kalau kita suka membaca cerita bahasa Inggris seperti ini. 2 hal akan kita peroleh. Pertama kita bisa mengetahui hal hal baru seperti asal usul Dewi Sri. Kedua dengan membaca cerita diatas, sedikit banyak kita akan mendapatkan kosa kata atau vocabulary baru yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya.

Teks narrative ini sangat penting untuk dipelajari. Bagi yang ingin tahu contoh teks narrative bentuk yang lainnya, bisa lihat artikel terdahulu seperti dibawah ini:

  1. Pengertian narrative text komplit
  2. 17 Contoh narrative text terbaik
  3. Contoh narrative text fable
  4. Contoh narrative text fairy tales
  5. Contoh narrative text legend
  6. Contoh narrative text love story

Demikian cara kita belajar bahahsa Inggris teks narrative mitos khususnya untuk SMA (English for Senior High School) dan SMP (Junior High School) yang memang difokuskan pada jenis teks bahasa Inggris. Happy learning!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *