6 Contoh Recount Text Peristiwa Sejarah dan Arti

Arti Contoh Recount Text Sejarah General Offensive of 1 March 1949
Belanda melancarkan serangan militer pada tanggal 19 Desember 1948 yang disebut Operasi Gagak.
Keesokan harinya kota tersebut telah menaklukkan kota Yogyakarta, lokasi ibukota Republikan sementara. Pada akhir Desember, semua kota besar Republik di Jawa dan Sumatra berada di tangan Belanda.
Presiden Republik, Wakil Presiden, dan semua kecuali enam menteri Republik Indonesia ditangkap oleh tentara Belanda dan diasingkan di Pulau Bangka di lepas pantai timur Sumatra.
Di daerah sekitar Yogyakarta dan Surakarta, pasukan Republik menolak untuk menyerah dan terus melakukan perang gerilya di bawah pimpinan kepala staf militer Republik Jenderal Sudirman yang telah lolos dari serangan-serangan Belanda. Pemerintah Republik darurat, didirikan di Sumatera Barat.
Pada tanggal 1 Maret 1949 jam 6 pagi, pasukan Republik meluncurkan Serangan Umum 1 Maret. Serangan tersebut membuat Belanda terkejut. Sementara itu, Hamengku Buwono IX mengizinkan istananya untuk dijadikan tempat persembunyian bagi pasukan. Selama 6 jam, pasukan Indonesia menguasai Yogyakarta sebelum akhirnya mundur.
Serangan tersebut merupakan keberhasilan moral dan diplomatik, mengilhami pasukan demoralisasi di seluruh Indonesia, dan juga membuktikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa tentara Indonesia masih ada dan mampu berperang. Di sisi lain, serangan tersebut telah merendahkan kekuatan Belanda, karena mereka tidak pernah berpikir bahwa pasukan Indonesia dapat menyerang dan mengendalikan kota, bahkan selama beberapa jam saja.

5. Supersemar
The Supersemar, the Indonesian Order of March the Eleventh, was a document signed by the Indonesian President Sukarno on 11 March 1966.

It is said that it was giving the army commander Lt. Gen. Suharto authority to take whatever measures he “deemed necessary” to restore order to the chaotic situation during the Indonesian killings of 1965 – 1966.