Example of Narrative Text – Story Batara Kala

Example of Narrative Text – Story Batara Kala: Narrative text bahasa Inggris ini mungkin mengingatkan cerita-cerita mitos yang sering kita dengar ketika masih kecil. Pada saat terjadi fenomena alam semisal gerhana matahari dan gerhana bulan,  Beredar jawaban terhadap fenomena alam itu “bulan yang hanya terlihat sebagain itu karena dimakan oleh “Buto”. Cerita Batara Kala dalm bahasa Inggris berikut mungkin bisa merekonstruksikan kembali kenapa mitos itu beredar ditengah masayarakat.
Teks ber-genre narative sangat erat kaitanya dengan bentuk-bentuk cerita rakyat, seperti: myth, legend, folk tales, fairy tales ataupun fables. Dari kesemua bentuk cerita tersebut, ada satu persamaan yaitu explorasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh pelaku dalam mengembangkan alur atau plot cerita.
Merujuk pada generic structure sebuah teks, “permaslahana” yang sedang dihadapai oleh pelakau cerita tersebut kita kenal sebagai conflict, dan dalam  penyususnan paragraf narative, conflict menempati posisi yang utama bahkan sebagai pembeda dengan jenis teks yang mirip, seperti recount.

Story of Batara Kala

Story of Batara Kala: commons.wikimedia.org

Once there was an evil giant. He was called Batara Kala. He liked to kill people, especially children. His hair was was made form fire. Everybody was frightened of him.
One day, The chief of  gods, Batara Guru, invited all the gods and goddesses to drink sacred water in Paradise. The water was called Tirta Amertasari. Anyone who drank the water, he or she would live forever.
Because Batara Kala was not invited, he secretly flew into Paradise and stole some of the water and drank it. Unfortunately the god of Sun, Batara Surya,  and the goddess of Moon, Batara Chandra, knew what he did. They reported what Batara Kala had done to Batara Visnu, the keeper god of universe.
Batara Visnu took his weapon, Cakra, and shot it  to Batara Kala. It hit him on the neck. Batara Kala’s body was separated from head at once but his head was alive. He was very furious with Batara Surya and Batara Chandra. He swore to take revenge on them.
The giant, Batara Kala, then chased Batara Surya and Batara Chandra. He swallowed them up. Fortunately, Batara Surya and Batari Chandra could escape from Batara Kala’s throat because he had  no longer his body.
Ada yang belom tahu bagaimana deskripsi penggambaran dari raksasa Batara Kala ini? Biarkan gambar berikut saja yang berbicara.  Kadang a picture speaks more than words, doesn’t it?

Cerita tentang Batara Kala, sudah. Gambar untuk rupanya juga sudah kita ketahui. Sekarang kita teruskan “Kenapa teks cerita tersebut bisa kita masukkan sebagai contoh narrative? Cara termudah untuk membuktikan itu adalah dengan menganalisa susunan pemaknahan pada paragraf-paragrafnya. Untuk itu langsung saja kita lihat generic stucture cerita bahasa Inggris diatas.
kode tabel paling OKE

Element Isi
Orientation Pada paragraf pertama jelas disebutkan ada pengkarakteran si raksasa, Batar kala, yang hidup disuatu waktu. Batara Kala adalah raksasa yang jahat.
Complication Permasalahan diawali ketiak Batara Kala tidak diakui oleh para dewa sehingga tidak diundang dalam acara jamuan minum air sakti. Diapun berusaha mendapatkan air sakti tersebut dengan caranya sendiri yang tidak legal, mencuri. Tentu perbuatan ini dianggap sebagai hal yang serius sehingga para dewa menugaskan Batara Visnu yang mempunyai sejata yang sakti untuk menghukumnya. Ternyata hukuman ini membuat Batara Kala menjadi semakin mendendam kepada para saksi dan pelapor, Batara Surya dan Batara Candra.
Resolution Cerita ini ditutup dengan kegagalan pelaku, Batara Kala, dalam membalas perbuatan para pihak yang melaporkan perbuatanya sehingga dia dihukum. Kegagalan itu disebabakan karena ketidakcerdasannya. Batara Kala is strong and powerful but not smart enough. Tahukan apa maksudnya?.

Nah sekarang jelas sudah kenapa cerita diatas bisa dimasukkan sebagai jenis narrative. What next? Rasanya belom afdlol juga  kalau cerita bahasa Inggris diatas tidak dilengkapi dengan terjemahanya. Nah bagi yang masih belum begitu faham dengan arti cerita diatas, berikut adalah terjemahan dalam bahasa Indonesianya

Cerita Rakyat Batara Kala daalm Bahasa Inggris dan Terjemahan
Once there was an evil giant. He was called Batara Kala. He liked to kill people, especially children. His hair was was made form fire. Everybody was frightened of him.
Suatu ketika, ada seorang raksasa. Dia dinamakan Batara Kala. Raksasa itu suka membunuh orang khususnya anak-anak. Rambutnya terbuat dari api. Semua orang takut kepadanya.

One day, The chief of  gods, Batara Guru, invited all the gods and goddesses to drink sacred water in Paradise. The water was called Tirta Amertasari. Anyone who drank the water, he or she would live forever.
Suatu hari kepala para dewa, Batara Guru, mengundang semua dewa dan dewi ke surga untuk minum air suci.  Air itu dinamakan Tirta Amertasari. Siapapun yang meminumnya, dia akan hidup selamanya.

Because Batara Kala was not invited, he secretly flew into Paradise and stole some of the water and drank it. Unfortunately the god of Sun, Batara Surya,  and the goddnes of Moon, Batara Chandra, knew what he did. They reported what Batara Kala had done to Batara Visnu, the keeper god of universe.
Karena Batara Kala tidak diundang, dia terbang secara diam-diam menuju surga dan mencuri beberapa air itu dan meminumnya.  Celakanya, Dewa Matahari, Batara Surya, dan Dewi Bulan, Batara Chandra, mengetahui apa yang dia perbuat. Merekapun melaporkan perbuatan Batara Kala tersebut kepada dewa penjaga alam, Batara Visnu.

Batara Visnu took his weapon, cakra, and shot it  to Batara Kala. It hit him on the neck. Batara Kala’s body was separated from head at once but his head was alive. He was very furious with Batara Surya and Batara Chandra. He swore to take revenge on them.
Batara Wisnu mengambil senjatanya, cakra, dan menembakkannya kerah Batara kala. Senjata itu mengenahi lehernya. Tubuh dan kepalanya pun terpisah namun kepalanya masih tetap hidup. Diapun sangat sangat mendendam terhadap Batara Surya dan Batara Chandra. Dia bersumpah akan melakukan balas dendam.

The giant, Batara Kala, then chased Batara Surya and Batara Chandra. He caught and swallowed them up. Fortunately, Batara Surya and Batari Chandra could escape from Batara Kala’s throat because he had  no longer his body.
Raksasa itu, Batara Kala, mengejar Batara Surya dan Batara Chandra. Dia menangkap mereka dan menelannya. Untungnya Batara Surya dan Batara Chandara dapat meloloskan diri dari leher Batara Kala karena dia sudah tidak memiliki tubuh lagi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *