Tom and Angela: Contoh Narrative Text Love Story

English Admin – Memahami jenis teks narrative. Kali ini blog belajar bahasa Inggris ini menyajikan lagi sebuah contoh narrative text cerita cerita cinta dalam bahasa Inggris  untuk melengkapi kumpulan contoh teks cerita sebelumnya.

Jika ada yang masih bingung dengan jenis teks cerita ini bisa melihat posting sebelumnya, pembahasan definisi dan pengertian narrative text. Baiklah langsung saja kita simak cerita cinta berikut!

Example of Narrative Text: Story of Tom and Angela
In a narrow, quiet street of old apartment buildings, Tom walked along the pavement, looking at the numbers on the doors, Angela’s house

There was only one street light and it was difficult to see but finally he found Angela’s address. the building had a large glass door. Tom pushed it but it was locked. There was no bell. He knocked on the door but  nothing happened. He knocked again, louder this time, and listened. Silence. “How can be!” he thought. He was impatient now and worried.

Then he stood back in the middle of the street and looked up. There were five floors and all the windows were black. There was no light anywhere. “Why is this apartement  so dark and silence? Tom thought hard.
In the end Tom just kept standing in that street looking up at the dark and silence building. “Angela” he said quietly to himself, “Angela, where are you now?”

Bagi yang butuh terjemahan dari contoh narrative text diatas, dibawah ini saya berikan terjemahan bebasnya. Jika ada yang kurang tepat, mohon dikoreksi.

Contoh Narrative Text: Cerita Tom dan Angela
Di sebuah jalan yang sempit dan sepi pada bangunan-bagunan apartemen yang sudah tua, Tom berjalan di sepanjang trotoar, melihat angka-angka pada pintu, rumah Angela.

Hanya ada satu lampu di jalan itu sehingga menjadi sulit untuk melihat tapi akhirnya ia menemukan alamat Angela, yaitu bangunan yang memiliki pintu kaca besar. Tom mendorongnya tapi pintu itu terkunci. Tak ada bel. Lalu dia mengetuk pintu itu  tapi tidak ada siapa-siapa. Dia mengetuk lagi, kali ini lebih keras, dan mendengarkan. Tetap sunyi. “Bagaimana bisa!” pikirnya. Sekarang dia mulai tidak sabar dan merasa khawatir.

Lalu dia berdiri kembali di tengah jalan dan mendongak. Ada lima lantai dengan semua jendela berwarna hitam. Tak ada lampu yang nampak. “Mengapa appartement ini begitu gelap dan sunyin? Tom berpikir keras.

Pada akhirnya Tom hanya terus berdiri di jalan itu menatap gedung yang gelap  dan sunyi itu. “Angela” katanya pelan pada dirinya sendiri, “Angela, di mana kau sekarang?”

Setelah kita mengatahui arti dari contoh narrative text pendek diatas, sekarang kita membahas kenapa cerita tersebut bisa digolongkan menjadi sebuah teks narrative.

Untuk membedakan jenis teks yang satu dengan yang lainya, cara paling mudah adalah dengan mengidentifikasi generic structure dari pola penulisan teks tersebut. Sebuah text narrative akan mengikuti schematic structure sebagai berikut:

narrative text love story
Love story for learning English narrative text

1. Orientation: Paragraf yang menjadi pengenalan kepada pembaca. Dalam teks diatas, paragraf pertama telah enginforamsikan kepada pembacanya bahawa da pelaku cerita yaitu TOM yang diberiketerangan sedang mencari rumah seseorang yang beranama Angela. Peristiwa ini terjadi di sebauh jalan yang sempit pada gedung-gedung apartemen yang sudah tua.

2. Complication. Paragraf yang menunjukkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh pelaku cerita. Pada contoh narrative text diatas, ditemukan permasalahan beruapa kendala-kendala untuk bertemu dengan orang yang dicari. Rumahnya telah ditemukan dengan susah tapi nampaknya orang yang dicari tidak ada didalamnya.

3. Resolution. Paragraf yang menunjukkan bagaimana pelaku cerita menyelesaikan masalahnya. Seperti dalam pembahasan sebelumnya bahwa resolution bisa berupa happy ending atau sad ending. Dalam contoh narrative text pendek diatas, resolutionnya adalah bad sad ending dimana pelaku cerita nampak menemui jalan buntu dalam mengahadapi masalahnya.

Contoh narrative text bahasa inggris diatas is recomposed and adapted from Richard Chisholm, a shock of  Meet Me in Istanbul, Dian Rakyat, Jakarta, 1993

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *